
Akibat meletusnya Gunung Bromo mengakibatkan Produksi Teh kebun Kertowono turun drastis dikarenakan abu panas dari Gunung Bromo yang menempel pada tanaman teh mulai November 2010 sd April 2011 mengakibatkan pucuk daun teh sulit tumbuh, walaupun sudah dipupuk daun dan dipupuk lewat tanah. Kerugian akibat Erupsi Gunung Bromo tersebut mencapai Milyaran rupiah sehingga jajaran Pimpinan Puncak PTPN XII (Persero) khususnya yang menangani Divisi Teh, dibikin pusing untuk memulihkan kondisi tanaman agar mau keluar daun teh baru agar bisa dipetik sebagai Produksi Teh. Pada tanggal 1 Juni 2011 di
adakan diskusi Seluruh Jajaran Manajer Kebun Teh dan Asisten Tanaman yang diadakan di Kebun Kertowono yang diprakarsai oleh Manajer Wilayah III Malang, semua pengalaman dan kepiawaian dalam mengelola tanaman teh semua dikeluarkan baik dari tingkat mandor Besar, Assisten Tanaman sampai Manajer Kebun didiskusikan dalam acara tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar